NASIONAL

Bripka Andreas : Kondisi Penglihatan Korban Penyerangan Lamongan Belum Pulih

Polri.go.id – Bripka Andreas, anggota Satlantas Polres Lamongan yang menjadi korban penyerangan pos polisi di Wisata Bahari Lamongan (WBL) oleh dua orang diduga mempunyai ikatan dengan kelompok radikal masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya.

Secara umum kondisi kesehatan Andreas sudah mulai membaik. Namun yang masih harus mendapat penanganan dari tim dokter mengenai penglihatannya. Maklum mata sebelah kanan Andreas terkena ketapel dari orang yang menyerang.

Meski sudah menjalani operasi pada mata sebelah kanan, tetapi Andreas masih belum bisa melihat dengan sempurna. Penglihatan mata Andreas masih buram, sehingga masih perlu mendapat perawatan dari tim dokter sampai sembuh.

“Saat ini sudah agak membaik cuma untuk pandangan masih belum jelas. Kemarin sudah buka jahitan. Hari ini rencana cek kornea. Mohon doanya rekan-rekan. Sekarang sakit sudah tidak terasa, nyeri sudah bekurang,” terang Andreas saat ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (27/11/2018).

Menurut Andreas, saat ini perawatan fokus pada penglihatan, kornea mata. Meskipun sudah dioperasi tapi melihat masih gelap. Dirinya berharap bisa kembali melihat seperti sedia kala, sehingga bisa kembali beraktivitas.

Disinggung apa mengalami trauma atas penyerangan yang dialami, ia mengaku trauma. Walaupun begitu dirinya tetap semangat untuk bertugas kembali ketika sudah sembuh nanti.

“Trauma ada namanya kejadian seperti itu, tapi saya terima kasih support dari semuanya dan tetap semangat. Sementara saat ini fokus dari pengobatan. Saya tidak kenal dengan pelaku,” paparnya.

Andreas menceritakan, kejadian itu berawal ketika dirinya berada di pos polisi dekat WBL sendirian. Kemudian pos polisi diserang oleh pelaku, dan dirinya melakukan pengejaran untuk menangkapnya.

Itu dilakukan secara spontan. Di tengah perjalanan, dirinya meminta kedua pelaku yang berboncengan naik motor agar berhenti. Tapi pelaku bukannya berhenti, melainkan menyerang Andreas dengan ketapel beberapa kali.

“Salah satu serangan ketapelnya mengenai mata sebelah kanan saya, itu jaraknya sekitar 4 meteran. Sambil menahan sakit yang keluar darah dari mata, saya terus berusaha menangkap pelaku. Akhirnya saya tabrakan motor dan kedua pelaku berhasil ditangkap yang juga dibantu masyarakat,” tandasnya.

Saat ini kasus penyerangan terhadap anggota polisi yang dilakukan oleh ER dan MSA pada 20 November 2018 sekira pukul 01 30 WIB itu ditangani Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Untuk pelaku ER merupakan pecatan polisi, yang sebelumnya terlibat kasus pembunuhan terhadap guru ngaji di Sidoarjo.

Densus 88 mengambil alih kasus ini karena disinyalir kedua pelaku berkaitan dengan kelompok radikal. Sebab saat dilakukan penggeledahan di rumah masing-masing ditemukan buku-buku yang berhubungan dengan kelompok radikal.

Related posts

POLRI : Identifikasi 5 Akun Medsos Provokasi Pemicu Demo di Papua Barat

osi S

Polri Menelisik Dugaan Jual Beli NIK & KK di Medsos

admin

Tenggarong : Mengenal Ibukota Kutai Kartanegara

osi S

Leave a Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WeCreativez WhatsApp Support
POLRI.ORG siap membantu anda, apabila ingin membuat laporan/artikel atau beriklan,
👋 POLRI.ORG siap membantu anda