KEPOLISIAN

Belum Tangguhkan Penahanan Kivlan Zen, Polisi: Dia Tak Kooperatif

Polisi belum mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka kasus hoax, makar, dan kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Polisi beralasan penangguhan belum dapat dikabulkan lantaran Kivlan tidak bersikap kooperatif selama proses penyidikan kasus senjata api.

“Sampai hari ini belum ada informasi untuk dikabulkan, karena pertimbangan penyidik masih tetap seperti yang pernah saya sampaikan dulu karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam pemeriksaan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).

Terkait perkembangan proses penyidikan, Dedi menerangkan tahap pemberkasan kasus senjata api hampir selesai dan kasus itu ditangani Polda Metro Jaya. Sementara proses penyidikan atas kasus makar dan hoax yang juga menjerat Kivlan, masih dalam tahapan menunggu hasil sidang putusan kasus senjata api.

“Untuk pemberkasan sudah tahap penyelesaian. Untuk satu kasus ya, yang ditangani Polda Metro terkait masalah kepemilikan senjata api. Ya satu kasus dulu,” tutur Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menjelaskan, proses penyidikan terhadap lebih dari satu kasus tak dapat dilakukan secara bersamaan. Karena itu, pihaknya memproses satu per satu kasus yang menjerat Kivlan.

“Penyelesaian tidak bisa paralel dua kasus dalam waktu bersamaan. Case by case dulu. Kalau misalnya sudah memiliki keputusan pengadilan yang tetap, baru kasus yang lain diproses. Artinya, menunggu satu kasus ini kelar dulu,” ucap Dedi.

Seperti diketahui, hingga kini permohonan penangguhan penahanan Kivlan belum dikabulkan. Namun Kivlan disebut mengambil hikmah di balik belum dikabulkannya penangguhan penahanan dirinya oleh kepolisian. Pengacara Kivlan, Muhammad Yuntri, mengatakan kliennya tidak iri atas penangguhan penahanan Mayjen (Purn) Soenarko.

“Beliau mengambil hikmahnya, tidak ada iri. Jadi beliau banyak waktu sendiri untuk fokus menyelesaikan bukunya, di samping kami dari tim penasihat hukum Pak Kivlan melakukan upaya-upaya,” kata Yuntri kepada detikcom, Sabtu (22/6).

Related posts

Briptu Clara : Cantik Penyelam Pemecah 3 Rekor Dunia

osi S

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Kenali dan Pahami Diri Sendiri Hindari Pemikiran Bunuh Diri

osi S

Tradisi Dendam : Tawuran Polisi Sebut Bukan Transaksi Narkoba

osi S

Leave a Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WeCreativez WhatsApp Support
POLRI.ORG siap membantu anda, apabila ingin membuat laporan/artikel atau beriklan,
👋 POLRI.ORG siap membantu anda